Selasa, 31 Maret 2009

Kampanye Mumtaz Rais di Cilacap dan Banyumas










Ahmad Mumtaz Rais selama 8 bulan terakhir ini berkampanye di Dapil VIII jateng.
Yaitu di daerah Cilacap dan Banyumas.
Ahmad mumtaz rais yang terkenal dengan julukan Mumtaz tanpa batas ini, selalu terkenal ramah dan friendly dengan rakyat. Dia bisa berbaur dengan masyarakat golongan manapun.
Dia juga terkenal dekat dengan masyarakat muhammadiyah. Ahmad Mumtaz Rais minta dukungan dan doa restu segenap rakyat cilacap dan banyumas, agar dia bisa menjadi anggota DPR dan mewakili aspirasi rakyat indonesia. Amien ya robbal alamien.
happy browsing!

Rabu, 25 Maret 2009

Ahmad Mumtaz Penerus Amien Rais di Politik Praktis by Arifin Asydhad - detikNews

Jakarta - Bukan Ahmad Hanafi, bukan pula Hanum Salsabiela. Tapi Ahmad Mumtaz yang menjadi penerus Amien Rais dalam kancah politik praktis. Ahmad Mumtaz maju sebagai calon legislatif (caleg) dari Partai Amanat Nasional) dalam Pemilu 2009.

Informasi yang didapatkan detikcom, Selasa (19/8/2008), nama Ahmad Mumtaz sudah masuk dalam daftar caleg dari Dapil VIII (Cilacap dan Banyumas) yang telah ditandatangani Ketua Umum PAN Soetrisno Bachir dan Sekjen PAN Zulkifli Hasan. Nama Mumtaz dan ratusan caleg dari PAN akan diserahkan ke KPU hari ini.

"Kemungkinan daftar caleg akan didaftarkan ke KPU sore hari nanti. Sekarang Mas Tris (Soetrisno Bachir-red) masih sibuk menandatangani berkas-berkas. Baru sebagian berkas yang sudah ditandatangani, karena banyak sekali," ujar Adang Durahman, tim humas DPP PAN.

Sebelumnya Ahmad Hanafi Rais, anak pertama Amien Rais, yang disebut-sebut akan maju sebagai caleg dari PAN. Namun, Hanafi yang lulusan Fisipol UGM dan bergelar magister dari Singapura itu lebih memilih meneruskan kuliah ke jenjang doktoral daripada terjun ke politik praktis.

Ahmad Mumtaz sendiri merupakan alumnus Fakultas Ekonomi UGM. Saat ini Mumtaz berumur 23 tahun, masih lajang. Bisa jadi, Mumtaz merupakan caleg termuda di PAN. Namun, Mumtaz masih kalah muda dengan caleg termuda dari PDIP, Melissa Jonathan, yang baru berumur 21 tahun.

Majunya Mumtaz membuat daftar anak tokoh politik yang maju sebagai caleg semakin panjang. Di PAN, selain Mumtaz, juga ada anak AM Fatwa, Ikrar Fatahillah, yang maju sebagai caleg dari dapil Jawa Barat X.

Di jajaran partai politik lain, sejumlah anak tokoh politik juga menjadi caleg. Edhie Baskoro (anak SBY) maju dari Partai Demokrat, Puan Maharani (anak Megawati) maju dari PDIP, Dave Laksono (anak Agung Laksono) maju dari Partai Golkar, Putra Nababan (anda Panda Nababan) dari PDIP, dan lain-lain. Sementara putri Gus Dur, Zanuba Arifah Chafsoh alias Yenny belum terdaftar sebagai caleg di PKB pimpinan Muhaimin Iskandar. (asy/asy)

http://www.detiknews.com/read/2008/08/19/070020/990509/10/ahmad-mumtaz-penerus-amien-rais-di-politik-praktis

Mumtaz Rais Caleg Termuda PAN

Selasa, 09 September 2008
Legislatif
Mumtaz Rais Caleg Termuda PAN
Tags: PAN, Mumtaz_Rais, Caleg
Putra ketiga bekas Ketua MPR RI Amien Rais, Ahmad Mumtaz Rais (25), menjadi calon legislatif (caleg) termuda dari Partai Amanat Nasional (PAN).
Putra ketiga bekas Ketua MPR RI Amien Rais, Ahmad Mumtaz Rais (25), menjadi calon legislatif (caleg) termuda dari Partai Amanat Nasional (PAN).

Mumtaz maju melalui daerah pemilihan (dapil) VIII Jawa Tengah (Kabupaten Banyumas dan Cilacap) dengan nomor urut pertama.

"Saya caleg termuda dari PAN untuk tingkat DPR, karena saya lahir pada 17 September 1983," ujar Mumtaz usai buka puasa bersama jajaran DPD PAN Kabupaten Banyumas di Purwokerto, Minggu (7/9).

Mumtaz mengaku, pencalonan dirinya ini untuk meneruskan perjuangan sang ayah sebagai pendiri PAN. Keputusannya menjadi caleg didasari permintaan dari arus bawah khususnya warga Muhammadiyah.

"Banyak warga yang menanyakan hal itu. Akhirnya, saya memberanikan diri untuk meneruskan perjuangan dengan maju sebagai caleg," tandas Mumtaz.

Dia optimis bisa terpilih sebagai anggota DPR. Untuk merealisasikan targetnya, dia akan turun ke bawah untuk mendekatkan diri dengan pengurus PAN dan Muhammadiyah. Dia tidak memungkiri, Muhammadiyah masih menjadi basis atau pilar suara PAN.

"Saya akan lebih inten turun ke bawah untuk mengenalkan diri kepada warga, khusunya pengurus PAN dan Muhammadiyah," pungkas Mumtaz.



Rakyat Merdeka | Selasa, 09 September 2008, 00:59:49
http://www.berpolitik.com/static/internal/2008/09/news_16264.html

Mumtaz Rais, Masyarakat Bosan dengan 4L

Yogyakarta- Saat ini merupakan momentum yang tepat bagi anak-anak muda untuk bangkit dan tampil memimpin bangsa. Karena, selama ini, para senior di jajaran pemerintah sudah susah mendengar atau melaksanakan aspirasi rakyat. Maka perlu tokoh muda yang peduli terhadap rakyat.
Begitulah pendapat Ahmad Mumtaz Rais–anak seorang penggagas reformasi dan pendiri Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais–ketika berbincang-bincang dengan SH di rumahnya, Kamis (21/8).
“Kami juga melihat ada kecenderungan di masyarakat sudah bosan dengan para senior yang selalu itu-itu saja yang tampil. 4 L, lu lagi, lu lagi,” kata Mumtaz yang kini masih berusia 24 tahun.
Mumtaz memang genap setahun ini lulus dari Fakultas Ekonomi UGM. Namun ia telah berani terjun ke kancah dunia politik dengan menjadi calon legislatif dari PAN. “Ada perasan bangga karena bisa mewakili kawula muda sekaligus menjaga nama baik kaum muda yang bisa diandalkan sebagai penerus memimpin bangsa,” ungkap Mumtaz, anak ketiga dari 5 bersaudara ini.
Baginya, maju sebagai caleg adalah sebuah pilihan untuk bisa menyuarakan aspirasi rakyat lapisan bawah. Dan ini sesuai dengan petuah ayahnya yang selalu menekankan untuk menggunakan kemampuannya demi mengabdi pada rakyat.
Mumtaz merasa cukup berpengalaman di bidang politik. Dia mengakui, dirinya sudah berkiprah di politik sejak duduk di bangku SMP dengan bergabung di PAN. Dia juga rajin ikut diskusi politik dan kini dirinya menjabat sebagai Wakil Ketua Barisan Muda PAN.
“Saya juga selalu belajar politik dari bapak. Dari setiap gerak-gerik bapak, saya selalu mencoba untuk mendalami. Demikian juga dengan petuah yang diberikan oleh bapak. Selain itu saya juga belajar dari buku dan melakukan kontak dengan konstituen,” kata Mumtaz.
Mumtaz mengakui tak mudah untuk bisa mewujudkan keinginannya menjadi anggota DPR RI. Pasalnya, ia mencalonkan diri dari dapil di daerah Cilacap, Banyumas. PAN belum besar di situ. Pada pemilu 2004, PAN hanya mendapoat 1 kursi dan menduduki peringkat 4.
Namun, ini justru menjadi tantangannya karena akan penuh perjuangan, mengingat daerah tersebut merupakan basis PDIP dan Golkar dan ia juga harus “bertarung” dengan Budiman Sudjatmiko. Dengan kata lain, Mumtaz tak ingin kemudian dicap sebagai anggota DPR karbitan jika nantinya terpilih.
Di dada pemuda ini, juga ada keinginan kalau terpilih untuk mengubah citra DPR yang selama ini merosot karena banyaknya oknum yang terkena kasus suap. “Salah satu agenda saya adalah untuk mengubah citra wakil rakyat yang selama ini sudah dinodai oknum yang tidak bertanggung jawab. Saya harus mengubah citra itu dengan kehadiran saya yang masih muda,” katanya.
Mumtaz mengakui nama besar ayahnya tentu akan berpengaruh pada dirinya. Dan ini justru menjadi cambuk baginya untuk bisa sukses dan bisa meraih tempat yang sejajar dengan ayahnya, Amien Rais.
“Nama besar ayah justru menjadi motivator, bukan malah menjadikan saya kurang pede (percaya diri),” kata Mumtaz.
(yuyuk sugarman)

Copyright © Sinar Harapan 2008


Dikutip dari Sinar Harapan 2008.

http://www.sinarharapan.co.id/berita/0808/23/pol02.html


Ahmad Mumtaz Rais Caleg DPR-RI Partai Amanat Nasional Dapil Jateng VIII {Banyumas, Cilacap}